Dawn of the Dead

Film-film Apokaliptik Terbaik
oleh Hikmat Darmawan
Redaktur Rumahfilm.org, Jakarta

 

Dawn of the Dead (1978, George P. Romero). Ketika helikopter membawa para survivor entah ke mana, dengan persediaan bahan bakar entah sampai kapan, yang tersisa adalah perasaan cemas yang khas dalam sebuah situasi apokaliptik. Entah berapa banyak sudah bagian dunia yang diikuasai zombie pemakan manusia dalam film ini. Film yang juga berhasil jadi satire masyarakat konsumtif Amerika. Zack Snyder berhasil membuat re-make-nya (2004) lebih gelap lagi pada bagian akhirnya.

Karisuma a.k.a. Charisma (1999, Kiyoshi Kurosawa). Sebuah film aneh dari Jepang. Bermula dari sebuah pohon tua di sebuah hutan yang menimbulkan banyak keanehan. Mulanya, efek itu sangat lokal, bahkan sumir: apakah benar ada pohon itu aneh, atau semua hanya khayalan. Tapi di akhir kisah, kita tercekat, melihat implikasi kehancuran besar yang disiratkan film ini.

Night Watch (2005, Timur Bekmambetov). Film ini adalah fantasi epik dari Rusia. Kekuatan Gelap dan Kekuatan Terang melaksanakan pakta damai selama 1000 tahun. Untuk menjaga status quo, diciptalah polisi Polisi Gelap dan Polisi Terang untuk saling mengawasi. Pertempuran di antara mereka harus di luar kehidupan manusia. Status Quo guncang dengan kelahiran seorang anak. Sekuel kedua dari rencana trilogi lebih asyik lagi, Day Watch.

Invasion of the Body Snatchers (1956, Don Siegel). Dr. Miles (Kevin McCarthy) tak sengaja menemukan bahwa penduduk sebuah kota kecil telah diganti oleh makhluk alien dari luar angkasa. Rasa sia-sia di akhir film, ketika Dr. Miles berteriak di jalan, sendirian, kepada mobil-mobil yang lalu-lalang tak peduli, sungguh mencekam. Dibuat ulang dua kali, pada 1978, dan 1993, dan ada rencana membuatnya sekali lagi.

The Reaping (2007, Stephen Hopkins). Bagian paling menarik adalah penggambaran hadirnya 10 tanda hukuman Tuhan seperti dalam kisah Perjanjian Lama tentang wabah di Mesir zaman Nabi Musa. Menarik, karena dihadapkan pada keyakinan saintis atheis, Katherine (Hillary Swank), yang ingin membuktikan bahwa mukjizat tidak ada. Bagian twist di akhir juga cukup mengena.

The Prophecy (1995, Gregory Widen). Christoper Walker sebagai Gabriel, malaikat yang jadi jahat –boleh dibilang, inilah daya tarik terkuat film ini. Para malaikat mengangkat perang, semena-mena ingin mengambil jiwa manusia, dan melibas sesiapa yang menghalangi dengan kejam? Wow.

Seventh Sign (1988, Carl Schultz). Bukan film paling cemerlang sebetulnya. Tapi premis di bagian akhir kisah sungguh menarik. Apa yang harus dilakukan seorang ibu, jika bayi di kandungannya akan jadi tanda terakhir jatuhnya hari kiamat? Bukan karena bayi yang dikandungnya adalah iblis, tapi ini terkait dengan jiwa terakhir yang turun dari surga. Demi Moore sebagai sang ibu.

Filmsiana lainnya | Awal tulisan

awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org