
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
|
THE PHOTOGRAPH Masuk Festival Karlovy Vary
Film THE PHOTOGRAPH dibuat melalui perjalanan yang panjang. Bermula di tahun 2002 dengan keberhasilan meraih hadiah untuk pembuatan skenario dari Prince Claus Fund (Cinemart) dan Göteborg Film Fund (Pusan), film ini kemudian mendapatkan dana dari Fond Sud (France) pada 2005 dan Swiss Fund di Open Doors Locarno Film Festival pada 2006 untuk produksi. Sebagai sebuah film produksi bersama antara Triximages, Salto Films dan Les Petites Lumičres, produksinya dilakukan di Indonesia sedangkan paska-produksinya dikerjakan di Perancis. Ditulis dan disutradarai oleh Nan Achnas, THE PHOTOGRAPH terinspirasi oleh kunjungannya bersama Paquita Widjaja ketika menengok dosen sinematografi mereka yang tergolek sakit pada 1997. Dosen itu berkata pada keduanya tentang harapan jika ia diberikan waktu satu tahun lagi untuk hidup: menyelesaikan buku sinematografi untuk para mahasiswa. Sejak saat itu, Nan Achnas menanyakan dirinya sendiri tentang penutupan kehidupan hingga akhirnya ia sampai pada ide film THE PHOTOGRAPH. Bagi Johan (diperankan Lim Kay Tong), membuat potret diri adalah penutup kehidupannya sebagai upaya menunjukkan partisipasinya dalam kehidupan. Foto itu ternyata dibuat oleh Sita (dimainkan oleh Shanty), pelacur sekaligus penyanyi bar karaoke yang kemudian menjadi orang yang paling penting dalam hari-hari terakhir kehidupan Johan. Ditayangkan di bioskop Indonesia pada Juli 2007, film ini kemudian telah melanglang buana ke berbagai festival seperti World Premiere di Pusan International Film Festival (Oktober 2007), Berlin Film Festival (Februari 2008), Singapore Film Festival (April 2008) dan terakhir di Cannes Film Festival (Mei 2008). Apresiasi dari berbagai festival muncul di beberapa ulasan internasional seperti berikut: "Meski alurnya lambat, film ini menyentuh, menyedihkan dan menghadirkan perenungan tentang persahabatan yang tidak biasa." - Channel NewsAsia (Singapore Film Festival) "Dengan marketing yang cerdik, film ini dapat menemukan penonton di pasar Asia dan festival-festival di Eropa akan mengikutinya." - Dan Fainaru from Screen Daily (Pusan International Film Festival) "Tuturannya langsung dan membuka masalah demi masalah seperti halnya bermain kartu, membuka kartu per kartu secara perlahan sampai pada kartu terakhir kejutan cerita dihadirkan lewat gaya sastra. Otentisitasnya sempurna dan hubungan antara Lim dan Shanty meyakinkan. Sardi menghadirkan ancaman yang luar biasa sebagai mucikari. Desain produksi yang detil oleh Men Fo berjalan di keseluruhan film menghasilkan atmosfir yang tepat dan diperkuat lagi dengan kualitas tata sinematografi dari Yadi Sugandi. Hal lainnya dari film ini dilakukan dengan standar tinggi." - Russel Edwards dari majalah Variety (Pusan International Film Festival) Apa yang dikatakan Dan Fainaru dari Screen Daily menjadi kenyataan. THE PHOTOGRAPH, yang distribusi internasionalnya dipegang oleh Filmsharks, telah dibeli oleh Epicentre Films (untuk distribusi di Perancis) dan Movie Mobz (untuk teritori Brazil) selama Cannes Film Festival. Meskipun demikian, film ini terus melaju. Juli 2008, THE PHOTOGRAPH masuk ke Karlovy Vary International Film Festival untuk kompetisi dan European Premiere. Nan Achnas dan Shanty dipastikan dapat menghadiri festival tersebut. "Karlovy Vary adalah salah satu festival film Eropa yang bergengsi, ia adalah festival film paling penting kelas A untuk Eropa Tengah dan Eropa Timur yang diadakan di Praha. Festival ini sudah berusia 43 tahun, dan biasanya film-film yang masuk di festival ini baik untuk kompetisi maupun World Premier, kemudian mendapatkan perhatian dunia dan sukses. Contohnya film-film seperti "Les Choristes" (Perancis), "Nowhere in Africa" (Jerman), "Amélie" (Perancis), bahkan yang terakhir adalah "Ma Vie En Rose" (kolaborasi Belgia-Perancis-Inggris) yang kita tahu juga kemudian sukses. Jadi, festival ini sangat penting untuk film THE PHOTOGRAPH karena kita berhasil masuk di kompetisi sekaligus juga European Premier," jelas Nan Achnas. Sementara itu bagi Shanty, masuknya THE PHOTOGRAPH dalam festival ini adalah momen yang sangat penting. "Film kita bisa masuk di kompetisi, itu artinya jelas secara kualitas diakui dan artinya kita bersaing dengan film-film hebat lainnya dari berbagai belahan dunia. Aku senang sekali dan aku akan promosi sebaik-baiknya buat THE PHOTOGRAPH, semoga kita bisa menang di salah satu kategori. Doain aja," ujar Shanty. Shanty dan Nan akan bertolak ke Praha pada 9 Juli 2008. |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |