Klik gambar untuk memperbesar

FFI 2008 dengan Piala Citra Disain Baru
oleh Ekky Imanjaya
Redaktur Rumahfilm.org, Jakarta

 

Pada penyelenggarakan Festival Film Indonesia (FFI) ke-53, Piala Citra akan berubah. Tiga disain piala sudah dirancang dan akan ditayangkan SCTV untuk dipilih oleh pemirsa dengan SMS, dan yang terbanyak akan dinyatakan sebagai Piala Citra yang baru. Desain dirancang oleh tim yang diketuai Heru Sudjarwo yang beranggotakan para pakar seperti Yusuf Affendi, Dan Hisman Kartakusumah, Indros Sunggowo, dan Bambang Noorcahyo. “Anggota tim tadinya ingin menjadi juri lomba desain. Tapi karena waktunya mepet, mereka lantas menjadi tim yang membuatnya” ujar Heru.

Mengapa piala lama harus diubah? “Kalau tujuannya untuk lebih baik, mengapa tidak? UUD saja bisa diubah,” ujar Ketua Panitia Pengarah FFI Deddy Mizwar. “Tapi itu bukan maunya saya saja, lho. Saya serahkan ke ahlinya. Dan akhirnya masyarakat yang memilih,” jelasnya. Ada dua hal yang melandasi hal ini. “Piala-piala Citra gue di rumah sering rontok. Dilem lagi, tapi copot terus, mungkin karena kombinasi kayu dan besi,” ujar Deddy berseloroh. “Disainnya dari akrilik, karena saat itu sedang tren. Tapi tidak kuat. Padahal itu simbol prestasi, piala tertinggi kita, gambaran visi dan misi perfilman kita. Secara kualitas harusnya kokoh dan tahan lama. Sekarang saatnya memperbaiki kualitas yang mencerminkan kekinian,” imbuhnya.

Kedua, karena mulai tahun depan, akan digunakan pedoman baru kelembagaan FFI yang sedang dirumuskan tim ad hoc. Tim ini merumuskan soal kepanitiaan tetap FFI, antara lain terdiri dari Riri Riza, Arya Gunawan, Alex Sihar, Ilham Bintang, Niniek L Kariem, dan JB Kristanto.

Selain tim perumus kelembagaan FFI, ada 8 tim ad hoc lainnya, yang terdiri dari seluruh komponen perfilman yang akan menyoroti distribusi, panduan profesi, pendidikan/apresiasi, evaluasi Peraturan Pemerintah, RUU Perfilman, dan Program Televisi. “Pada 17-21 November mendatang, seluruh tim ad hoc akan rapat pleno,” ujar Deddy yang juga ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N).

Bandung Tuan Rumah

Ketua Panitia pelaksana FFI 2008 Akhlis Suryapati menyatakan bahwa puncak acara akan dilaksanakan pada 12 Desember 2008 di sekitar Gedung Merdeka, Bandung. Inilah kali ketiga Paris van Java menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya pada 1976 dan 1985. SCTV akan menyiarkan secara langsung.

Dewan juri untuk film bioskop diketuai oleh Niniek L Karim. Nama lainnya adalah Arswendo Atmowiloto, Sapardi Djoko Damono, Tommy F Awuy, Eduard Pesta Sirait, Totot Indrarto, dan Bambang Supriyadi. Hingga masa penutupan, tercatat 57 film yang mendaftarkan diri. Namun tujuh dinyatakan gugur karena sutradaranya warga negara asing (misalnya Love karya Kabir Bathia), belum ada keterangan lulus sensor (seperti Perempuan Berkalung Sorban dari Hanung Bramantyo), dan materi akhir tidak dalam format seluloid (Kantata Takwa arahan Eross Djarot-Gotot Prakosa). “Yang terakhir masuk adalah Si Jago Merah, “ ujar Totot Indrarto, salah satu juri film bioskop, menyebut film karya Iqbal Rais. Di antara film yang terdaftar dan lolos adalah Claudia/Jasmine (Awi Suryadi), Ayat-Ayat Cinta (Hanung Bramantyo), May (Viva Westi), Fiksi. (Mouly Surya), Under the Tree (Garin Nugroho) dan 3 Doa 3 Cinta (Numan Hakim). Nominasi lengkap akan diumumkan pada 29 November. Sebagaimana ketentuan, hanya film yang mendaftarkan diri saja yang akan dinilai. “Tapi jangan berprangka buruk. Mungkin mereka yang tak mendaftar punya strategi berbeda, misalnya beredar ke festival film luar negeri dulu,” tutur Deddy. “Tapi, kalau tahun depan mau ikut, tentu masih bisa. Karena syaratnya adalah dua tahun setelah lolos sensor,” imbuhnya.

Dari film dokumenter, ada 37 film, sedangkan film pendek berjumlah 40 peserta.

Nah, apa film jagoan Anda?***

Kabar lainnya | Awal tulisan

awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org