
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
|
Q Film Festival ke 7 di tahun 2008
Q! Film Festival yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba bernama Q-munity hadir lagi untuk yang ke 7 kalinya di Jakarta, tanggal 8-16 Agustus 2008. Dengan mengangkat tema "Naturally Different", yang menghadirkan 80 film (Film Panjang, Dokumenter dan Film Pendek) yang berasal dari kurang lebih 20 negara. Q! Film Festival yang selalu mengangkat film-film bertemakan LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex & Questioning) dan HIV/AIDS. Pada edisi ke 7 ini Q-munity bekerjasama dengan Yayasan Kalyana Shira menghadirkan program baru yaitu film-film yang bertemakan Human Rights (HAM). Film-film unggulan tahun ini:
Program Film HAM (Human Rights):
Adapun tempat pemutaran film-film tersebut adalah :
Festival ini juga akan dihadiri oleh sutradara-sutradara , aktor-aktor, dan para penyelenggara film festival dari luar negeri:
Acara-acara lain selain pemutaran film: Pameran foto:
Putar film Layar Tancap yang akan diadakan pada akhir pekan di Goethe Institut akan menjadi sebuah sajian yang baru dalam festival. Dimana para penonton bisa menikmati film di udara terbuka dengan suasana yang berbeda. Talk Show yang bernama "Silat Lidah Binan", yang merupakan adaptasi dari acara talk show di salah satu TV Swasta di Indonesia, dimana penonton yang mengajukan pertanyaan kepada para panelis. Para panelis yang telah dikonfirmasikan adalah Melissa Karim, Ria Irawan, Djenar Mahesa Ayu, dan dimoderatori oleh Alvin Adam. Ada juga talk show berbentuk operet yang berjudul "Rush Hour" yang bersifat komedi dan dimainkan oleh aktor-aktor non-profesional. Dari dunia literature, festival akan mengadakan: Launching Buku berjudul "Heterophobia" yaitu buku seri kedua dari "Macho Man Ngomong Cong" yang disadur dari penulis blog bernama Fa. Festival ini juga mengajak anda untuk bergosip dalam acara yang bernama Q! Gossip. Q! Gossip tahun ini membicarakan tentang "Homoseksualitas dan Agama" dengan menghadirkan beberapa pemuka agama untuk berdialog dan juga ada acara gosip lain yang mengetengahkan isu "Penggunaan Bahasa binan yang telah menjadi bahasa gaul" yang dipandang dari sudut psikologis dan linguistik. |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |