HAIKU Mengulas Film
Berapa banyak film ada di dunia?
Berapa banyak cara menuliskannya?
Snack culture, hiburan instan, resensi haiku
Bukan berarti dangkal atau asal
4 kontributor, 57 film
2 kategori, aneka genre
Rumahfilm.org mencoba
Berbagai bentuk tulisan
Silakan menikmati
Silakan berpartisipasi

Laskar Pelangi:
Fiksi dan Alkemi

Laskar Pelangi - Melanjutkan diskusi tentang Laskar Pelangi, redaktur rumahfilm.org, Hikmat Darmawan, berangkat dari persoalan status fiksional novel dan filmnya. Ada ketegangan kreatif di situ, ketegangan yang mengimbas pula ke posisi sosial buku dan harapan sebagian khalayak terhadap filmnya. Ketegangan yang menegaskan pula bahwa memang film ini berbeda dari bukunya. Namun, persoalan status fiksional ini terkait pula dengan pesan dan bagaimana pesan itu menjamah khalayak. Pertanyaan lebih lanjut, ideologi apa di balik pesan Laskar Pelangi yang didaku positif itu? Dan, apa relevansi sosialnya?

Laskar Pelangi:
A Hesitant Warrior among 'Laskar Pelangi'

Laskar Pelangi - Once again, adaptation of bestseller book into film has gained huge commercial success. Riri Riza adaptation of Andrea Hirata’s Laskar Pelangi to a film of the same name has successfully disposed the book flaws, wrote Ifan Adriansyah Ismail, Rumah Film contributor.   Yet Riri Riza has his own flaws and Ifan explains those flaws in ferocious detail. But why he at the end of his piece, no irony here, congratulates Riri?

Tribu:
Bukan Rumah Kaca

Tribu - Kemiskinan dan akses terhadap senjata, adalah gabungan dua hal yang mudah kita tahu ujungnya. Tapi, mengetahui hulu dan mengerti hilir tak pernah membuat kita memahami sungai kenyataan. Dan ketika kenyataan kekerasan didedahkan dengan begitu intim dalam film Tribu, maka redaktur Rumahfilm Eric Sasono pun tertegun: Tribu adalah filmmaking yang tak sekedar bersaksi, tapi ia bahkan membuat City of God sekadar sebuah audisi American Idol.
:: Review in English

98.08:
Yang Muda Yang Melawan Lupa

98.08 - Setelah sepuluh tahun, film kita bisa menatap lama-lama luka Mei 1998 –walau baru sebagian. Sebagian film, dan hanya sebagian luka. Setelah May menjadi sebuah fiksi berani tentang masa teramat penting tapi masih simpang siur itu, ada pula 10 film pendek dari 10 pembuat film muda kita, dalam rangka 10 tahun Reformasi 1998. 98.08 adalah judulnya, baru saja terpilih jadi salah satu film Indonesia yang diputar dalam seksi “2008 Asian Omnibus” di Festival Film Internasional Pusan, Korea, dan akan tayang di sana Oktober nanti.


awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org