HAIKU Mengulas Film
oleh Ekky Imanjaya dan Hikmat Darmawan
Redaktur Rumahfilm.org, Jakarta

 

Era keberlimpahan informasi adalah juga era short attention span. Majalah Wired edisi Maret 2007, menurunkan cerita sampul tentang “Snack Culture”, ketika mencuat trend bagi “Bite-size entertainment” dalam budaya kita.

Dalam situasi kultural itu, banyak hal, termasuk film dan (mengapa tidak?) resensi-resensinya cenderung pada segala cepat-saji dan cepat-cerna. Tentu, biaya yang harus dibayar adalah ancaman kedangkalan informasi. Bukan berarti kita tak bisa bersiasat, atau pasrah bahwa berarti kini adalah zaman kebodohan. Yang ringkas, padat, pendek, sesaat, atau cepat, bisa juga jadi cerdas, bermakna, atau paling tidak, hasil pemikiran bukan asal-asalan.

Haiku menawarkan persis hal itu: kedalaman dalam kesingkatan. Redaktur Rumahfilm.org, Ekky Imanjaya dan Hikmat Darmawan, mencoba bentuk haiku –pakem puisi ringkas dari Jepang, diilhami estetika zen yang memuliakan asas “kosong adalah isi”– untuk menyampaikan resensi sebagian film yang telah mereka tonton. Tentu, tak ada pretensi bahwa ini haiku “sesungguhnya”. Tentu saja, diukur dari tolok sastrawi yang ketat, ini haiku yang sangat tak nyastra. Mereka hanya meminjam bentuk haiku untuk wahana saripati kesan-opini terhadap film-film yang diulas.

Cara mengulas begini juga bukan yang pertama, cukup banyak situs di internet yang telah memakai bentuk ini. (Tapi jarang yang dalam Bahasa Indonesia.) Di samping mereka, terselip juga haiku mengulas film dari dua kontributor, Ifan Ardiansyah dan Prasajadi. Rumahfilm.org menyediakan ruang bagi bentuk ulasan begini untuk Anda juga, silakan mencoba dan mengirimkannya ke kami. Paket haiku kali ini hanya yang pertama. Selamat menikmati. (HD)

FILM-FILM KIWARI

Kantata Takwa (Eros Djarot & Gotot Prakoso, 2008)

Avantgarde -isme “Islami”, dimatangkan 18 tahun. -HD

Kolaborasi para mujahid seni -EI

May (Viva Westi, 2008)

Duka etnik Cina, duka kita semua. -HD

Mereka Bilang Saya Monyet! (Djenar Mahesa Ayu, 2008)

Seks, sastra, trauma, eksperimen naratif juga. -HD

98.08 (Prisma Rusdy dkk., 2008)

10 sineas muda, sebuah harapan. -HD

Sang Murabbi (Zul Ardhia, 2008)

Terharu karena ustad, nelangsa karena filmnya. -HD

Shobron ‘ala shobron! Sabar di atas sabar. -EI

Tri Mas Getir (Rako Priyanto, 2008)

Tanpa yang jorok pun lucu.
Teknik setengah matang. -HD

XL (Monty Tiwa, 2008)

Sudah jorok, tak lucu pula.
Segerombol klise dialog & adegan. -HD

Doa yang Mengancam (Hanung Bramantyo, 2008)

Get Married + Ayat-Ayat Cinta -EI

Leak (Tjut Jalil, 1980 –diterbitkan ulang setelah ‘dipoles’ oleh Moncomacabro DVD)

The holy grail of Asian cult cinema, kata Mondomacabro DVD. -EI

Kawin Kontrak (Ody Harahap, 2008)

Aksi terbaik Lukman Sardi -EI

Cinta Setaman (Harry Dagoe Suharyadi, 2008)

Antologi ide dan kisah yang bagus. Tapi, film bukan hanya ide dan cerita, ‘kan? -EI

Impian Kemarau (Ravi Bharwani, 2004)

Salah satu film terbaik kita sepanjang masa -EI

Laskar Pelangi (Riri Riza, 2008)

Melawan kemiskinan tanpa amarah. Indonesiawi. -HD

Ikal, Lintang, Mahar

Andrea, Salman, Miles

What adynamic trio(s)! -EI

Wall-E (Andrew Stanton, 2008)

Robot imut mengajar cinta. -HD

The Dark Knight (Christoper Nolan, 2008)

Hanya satu kata: teror! -Prasajadi

Film komik terbaik. Terinspirasi punk. -HD

Joker rules! -EI

Atonement (Joe Wright, 2007)

Epik cinta yang menjadi, tapi tak pernah terjadi. -HD

Rescue Dawn (Werner Herzog, 2006)

Obsesi realisme ketubuhan. Bale memang edan! -HD

Wanted (Timur Bekmambetov, 2008)

Bibir Jolie, guilty pleasure . -HD

George Romero’s Diary of the Dead (George Romero, 2007)

The cult legend continues (with media and information technology issues) -EI

Rec (Jaume Balagueró, Paco Plaza, 2007)

Suka Cloverfield? Ini lebih mencekam -EI

Across the Universe (Julie Taymor 2007)

Beatles ambience with wild imaginations -EI

Visualisasi penuh gaya dari evolusi artistik musik The Beatles Love it, or hate it. (I love it!) -HD

Inside (Alexandre Bustillo, Julien Maury, 2007

Ibu hamil dilarang nonton! -EI

Control (Anton Corbijn, 2007)

Selamat datang generasi baru sineas Belanda! -EI

Budha Collapsed out of Shame (Hana Makhmalbaf, 2007)

Awas! Hana sudah besar! Dan dia cadas! -EI

Songs of Sparrow (Majid Majidi, 2007)

Dan burung unta liar membuatnya menjadi tukang ojek dadakan -EI

Glory to the Filmmaker! (Takeshi Kitano, 2007)

On how Takeshi fabulously mock himself -EI

Getting Home (Zhang Yang, 2007)

Mayat dan sahabatnya punya cerita -EI

Indonesian Cinema (Maurizio Borriello, 2006)

Referensi wajib sinema Indonesia -EI

Crazy Love (Dan Klores, Fisher Stevens. 2007)

I love to hate you, I hate to love you -EI

Blood Brothers (Alexi Tan, 2007)

Goodfellas versi Cina -EI

No Country for Old Man (Coen bersaudara, 2007)

Dahsyat. Lebih lanjut, lihat: There Will be Blood -EI

There Will Be Blood (Paul Thomas Anderson, 2007)

Luar biasa. Lebih lanjut, lihat: No Country for Old Man-EI

The Host /Gwoemul (Joon-ho Bong, 2006)

Sekejap menangis, sebentar terbahak. Gila, film monster macam apa ini? -EI

3-Iron (Kim Ki-Duk, 2004)

Obsesi urban untuk tak tampak. Cinta & kekerasan di dunia senyap. -HD

Mithya (Rajat Kapoor, 2007)

India rasa mafia (harap jangan dibalik!) -EI

Chaos ( Youssef Chahine dan Khaled Youssef, 2007)

Orang-orang Mesir memang gila! -EI

Finishing The Game:The search for a new Bruce Lee (Justin Lin, 2007).

Nggilani version of The Game of Death documentary -EI

Dark Matter (Chen Shi-zheng, USA/China, 2007)

Wahai aktor-aktor Indonesia, coba lihat film ini! -EI

Wonderful Town (Aditya Assarat, 2007)

Mengapa kita tak bisa membuat “film tsunami” seperti ini? -EI

United Red Army (Wakamatsu Koji, 2007)

Garin pun langsung jatuh hati. Tiga jam tak terasa! -EI

Megane (Naoko Ogigami, 2007)

Tenang, menghanyutkan, via realisme magis. -EI

Katyn (Andre Wajda, 2008)

Film politis yang sangat personal (atau, film personal yang sangat politis?) -EI

Happy-Go-Lucky (Mike Leigh, 2008)

“Sebenarnya, lu humoris apa nyebelin, sih?” -EI

Shine A Light (Martin Scorsese, 2008)

Sekadar nonton konser Rolling Stones. Tak lebih. -EI

Be Kind Rewind (Michael Gondry, 2008)

Beware! Or be sweded! Jack Black rocks! -EI

Caos Calmo/Quiet Chaos (Antonello Grimaldi, 2008)

Nanni Moretti. Detail-detail minor. Dan suasana yang membangun emosi. -EI

3 zan/3 Women (Manijeh Hekmat, 2007)

Karpet sebagai pintu arkeologis -EI

Empire of Evil/ Reich des Bösen (Mohammad Farokhmanesh, 2007)

Hanya lima warga Iran apa adanya. Tanpa nuklir dan Ahmadinejad. Tapi justru karena itulah! -EI

 

FILM-FILM MASTERPIECE

Pulp Fiction (Quentin Tarrantino, 1994)

Ketika nonlinear jadi keren. –HD

Psycho (Alfred Hitchcock, 1960)

Belati. Jeritan. Sugesti. Abadi. -HD

Crying Game (Neil Jordan, 1992)

Menekuk genre, menekuk gender. –HD

Rashomon (Akira Kurosawa, 1950)

Satu mayat empat kisah. Menelikung naratif, menyoal kebenaran. -HD

Ikiru (Akira Kurosawa, 1952)

Seorang kerani tua bertanya tentang yang fana dan makna. Jepang modern yang gelisah. -HD

The Seventh Seal (Ingmar Bergman, 1957)

Bermain catur dengan Malaikat Maut. Metafora jiwa kelam Eropa. -HD

Al Kautsar (Chaerul Umam, 1977)

Santri “kiri”. Masih relevan. -HD

Kejar Daku Kau Kutangkap (Chaerul Umam, 1985)

Komedi manusia luar biasa. Meledek perempuan, lelaki, lembaga pernikahan. -HD

Titian Serambut Dibelah Tujuh (Chaerul Umam, 1982)

Bahkan untuk masa kini, film ini sangat maju. –Adriansyah Ismail

 

Resensi lainnya | Awal tulisan

awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
XML | Subscribe to RumahFilm.org by Email
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org