Jiffest 10 2008
Shine a Light:
Scorsese Memanusiawikan Rolling Stones

Shine a Light - Seperti biasa dalam 10 tahun terakhir ini, JIFFest akan menyediakan lahan untuk memetik film-film unggulan yang belum tentu tiba pada publik penonton kita jika tak ada ajang semacam ini. Salah satu yang bisa dipetik itu adalah Shine a Light, sebuah rockumentary tentang konser The Rolling Stones –“The World’s Greatest Rock ‘n Roll Band” kata sebagian pengamat– di Beacon Theatre, New York, 2006 lalu. Rockumentary ini disutradarai Martin Scorsese, yang menunjukkan sebuah cinta yang besar pada band itu. Pengamat musik sekaligus pencinta film Denny Sakrie, sang ensiklopedia hidup musik Indonesia, tergerak memberi catatannya atas film ini untuk Rumahfilm.org.

Jiffest 10 2008
Mata Turistik Sutradara, dan Lain-lain
Rumahfilm.org melanjutkan rangkaian resensi pendek film-film yang diputar di JIFFest ke-10 ini. Dalam Mata Turistik Sutradara, dan lain-lain, redaktur Rumahfilm.org, Eric Sasono, antara lain menyorot problem sikap penyutradaraan dalam film Heaven in Insanity. Redaktur lain, Ekky Imanjaya dan Hikmat Darmawan, juga mengulas singkat beberapa “film festival” dari JIFFest kemarin.

Jiffest 10 2008
Mencari Osama, sampai Susuk
Hajatan film bertaraf Internasional di Jakarta, JIFFEST, yang sudah tahun ke-10 ini, adalah juga pintu berjumpa dengan khasanah film dunia dan film alternatif lokal. Rumahfilm.org menghidangkan pada Anda, serangkaian (seri) ulasan pendek film-film yang diputar di JIFFEST kali ini. Untuk rangkaian pertama, ada 5 ulasan pendek dari Ekky Imanjaya, Eric Sasono, dan Hikmat Darmawan. Film-filmnya merentang dari dokumenter Where in The World is Osama bin Laden? yang kocak sekaligus punya pesan kuat itu, hingga Susuk, film horor dari jiran kita, Malaysia, yang dianggap fase lanjutan Sinema Kecil Malaysia.

9808, Anthology on the 10 th anniversary of Reform Era:
The Young and the (Un) Heedless

9808, Anthology on the 10 th anniversary of Reform Era: - English version of Eric Sasono’s review of 9808, Anthology on the 10 th anniversary of Reform Era is now available.
:: Review in English

Doa yang Mengancam:
Beban yang Mengancam

Doa yang Mengancam - Apapun tentang doa, adalah tentang manusia. Maka bukan sesuatu yang mengherankan jika redaktur RumahFilm.Org Eric Sasono membaca bahwa Hanung Bramantyo tengah berusaha keras bertutur tentang kemanusiaan lewat filmnya Doa Yang Mengancam. Tapi, tentu bukan salah Eric pula jika ia melihat film ini tersesat menjadi sebuah karikatur yang entah, yang tak lucu.


awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org