•  
  • Belum ada wawancara

Béla Tarr:
Hanya Sutradara Film Iklan Saja yang Memikirkan Penontonnya

Asmayani Kusrini bertemu dengan Béla Tarr. Padahal Rini merasa baru dua tiga tahun saja ia melek film, dan sempat beranggapan bahwa film hitam putih pasti dibuat oleh sutradara yang sudah mati. Dan ia bertemu Béla Tarr yang memilih film format hitam putih karena pusing oleh banyak warna. Dengan segenap semangat seperti seorang peneliti yang penasaran, Rini bertanya pada Béla Tarr tentang banyak hal. Tentang konvensi sinematis, tentang beratnya hidup dan tentang Tuhan.

Werner Herzog:
Filmmaker Sekarang Lebih Banyak Mengeluh

Tak ada perbedaan antara fiksi dan dokumenter, yang ada hanya film. Kata-kata ini keluar dari Werner Herzog, salah satu legenda hidup dalam sejarah sinema modern saat ini. Herzog adalah seorang prolific yang karyanya merambah banyak sekali pokok soal. Beberapa filmnya seperti Fitzcarraldo dan Aguirre, The Wrath of God masuk ke daftar film terbaik sepanjang masa bagi banyak kritikus. Di sela-sela Festival Film Dokumenter Amsterdam tahun 2007 ini, redaktur kami, Asmayani Kusrini mewawancarainya. Wawancara ini mengungkap banyak hal dari orang penuh semangat dan determinasi ini seperti menyaksikan cuplikan sang Fitzgerrald dalam Fitzcarraldo. Penolakan dan olok-oloklah yang membuatnya menjadi Werner Herzog yang sekarang ini.


awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org